Terminal Brewhouse
ADOBAD Dorong Evaluasi Hukum Perjudian di Dominika: Dampak dan Hambatan

ADOBAD Dorong Evaluasi Hukum Perjudian di Dominika: Dampak dan Hambatan

ADOBAD ajak Senat Dominika tinjau peraturan perjudian, fokus pada regulasi perjudian digital.

By 3 mnt baca

Asosiasi Bet Toko Olahraga Dominika (ADOBAD) kembali meminta Senat untuk mengkaji ulang undang-undang perjudian yang akan diberlakukan di Republik Dominika. Permintaan ini muncul setelah Komisi Nasional Balap Kuda (CHN) melaporkan penerbitan 29.100 lisensi untuk balap kuda virtual. Menurut ADOBAD dan Asosiasi Nasional Bet Toko Olahraga (Asonabade), angka lisensi ini jauh melampaui yang diharapkan.

Kontroversi Penerbitan Lisensi

Persoalan ini menjadi lebih panas ketika CHN dituding telah mengeluarkan lebih dari 70.000 lisensi, meski ketuanya, Francisco Pavonessa Grullón, menyatakan hanya 29.100 lisensi diterbitkan dari sekitar 60.000 pendaftaran. ADOBAD merasa khawatir bahwa jumlah lisensi yang dinyatakan CHN ini bisa memicu tinjauan legislatif baru yang sedang dipertimbangkan Senat terkait ADOBAD.

ADOBAD dan Kekhawatiran Perjudian Elektronik

ADOBAD menilai jika undang-undang berlaku seperti saat ini, maka perjudian digital dan elektronik akan lebih cepat menyebar di Dominika. Ketua ADOBAD mengingatkan bahwa jumlah lisensi yang telah diberikan bisa menjadi tanda awal dari potensi perluasan yang akan dihadapi di bawah regulasi yang lebih luas. Ini adalah peringatan terkait kemungkinan ekspansi jika undang-undang ini diterapkan, yang akan membuka jalan bagi kasino online yang dapat diakses anak-anak dan remaja.

Pertanyaan mengenai Jumlah Lisensi

ADOBAD juga mempertanyakan jumlah lisensi yang diberikan kepada tempat lotere di ruang publik. Ini bisa merangsang pertumbuhan perjudian di luar batas peraturan yang ADOBAD anggap seharusnya lebih ketat.

Pertahanan CHN atas Kewenangannya

Komisi Nasional Balap Kuda yakin bahwa tindakan mereka sesuai dengan kerangka hukum saat ini, terutama Keputusan 480-19. Keputusan ini menetapkan aturan untuk game balap kuda virtual dan mendefinisikannya sebagai game elektronik yang dioperasikan melalui terminal dengan izin komisi. Namun, interpretasi tersebut masih dipertanyakan oleh ADOBAD.

Tinjauan Senat

Kontroversi ini terjadi bersamaan dengan pertimbangan Senat Dominika untuk membentuk Direktorat Jenderal Permainan, yang bertujuan menjadi badan pengatur dan pengawas perjudian di negara tersebut. Kerangka kerja yang diajukan dapat mengubah distribusi kekuasaan regulasi di antara lembaga-lembaga pemerintah dan menawarkan aturan baru untuk pasar perjudian.

Tantangan dalam Mengatur Perjudian Digital

Intervensi ADOBAD dalam proses legislatif ini memperkuat diskusi mengenai pemberian lisensi dan pengawasan perjudian virtual. Percakapan ini juga menyoroti tantangan regulasi yang lebih luas bagi Republik Dominika dalam mengelola pertumbuhan perjudian digital, seperti memperjelas tanggung jawab institusi.

Kesimpulan

ADOBAD terus mendesak agar undang-undang perjudian dipertimbangkan secara matang, terutama dengan perizinan dan pertumbuhan perjudian virtual yang meningkat di negara tersebut. Sebagai pihak yang memperhatikan dampak sosial perjudian, ADOBAD berusaha memastikan regulasi yang ada mampu menampung perkembangan terbaru industri perjudian digital. Dengan mengikuti perkembangan ini, Senat diharapkan dapat membuat keputusan yang terbaik untuk masa depan regulasi perjudian di Republik Dominika.